HELOOO EVERYBODY!! New posting by me, and this's a unique posting ( my opinion) 'cause... in the posting, i will review about movie "WINDTALKERS"! :D (tanda smile sebelum tau genre filmnya apa hahaha)..
Tugas ini diberikan Pak Seta, karena beliau ga bisa masuk karena anaknya sakit (get will right soon! ) :D Wokeh, back to the topic.. Setelah gue mencari-cari di Youtube, ternyata eh ternyata..... This movie about WAR! (rawwwrrr.... hmmm.. maybe i can see action movie, but don't finish haha..)
Are you know guys??Gue nonton film ini pagi loh... Dan diawal film ini ternyata udah nongol tentara berdarah-darah mengambang diair -____- Yaaaa gue ga bisa nerangin detail kondisi tentaranya, karena gue sendiri ngeliatnya merinding...! But, don't worry guys! you can see this movie in my blog (just click huehehe.. bagi yang merinding, mending jgn diterusin nontonnya ya :p )
Thanks for you both :)
Windtalkers
adalah sebuah film action yang disutradarai oleh John Woo, sutradara
dari Face/Off. Bintang Nicolas Cage dan Christian Slater berperan
sebagai Sersan di Korps Marinir Angkatan Laut AS yang bertugas
melindungi Navajo Code Talkers selama Perang Dunia II dalam perebutan
pulau Saipan melawan Jepang.
Jadi...film "Windtalkers" berawal dari perang dunia II dikawasan
Pasific. Agen rahasia Amerika berusaha keras mencari kode pertempuran
sekaligus memecahkannya atas sandi yang dibuat oleh tentara Jepang.
Jawabannya kode tersebut, ada dalam bahasa kuno Navajo. Akhirnya,
pihak Amerika mengutus pasukan korps Marinir yang disebut "Windtalkers".
Dengan misi membongkar kode tersebut juga pasukan khusus ini tidak
boleh ditangkap hidup oleh pasukan musuh.Yang
mana kejadiannya bersamaan dengan pertempuran Kopral Joe Enders (N.Cage)
dan peleton marinirnya melawan pasukan Jepang di Guadalcanal, kepulauan
Solomon pada tahun 1943. Banyak pasukan Marinir AS terbunuh satu
persatu (ada yang ditembak, di bom, di putusin kepala, dll) Eh buseeettt ngilu, ga tega nontonnya :(
Pasukan khusus ini, disebar ke garis depan pertempuran di area
Pasifik. Hal ini dilakukan untuk dapat memecahkan kode bahasa rahasia
mereka.
Kontak senjata pun tidak dapat dihindarkan oleh mereka yang berada
didaerah konflik senjata. Untuk menghindari kegagalan misi tersebut,
pihak Amerika menambah pasukan marinir untuk memback up dan memastikan
bahwa misi ini jangan sampai gagal.
Pada akhirnya hanya tersisa Enders seorang diri, dan pada saat
dia sedang berkabung di depan mayat-mayat anak buahnya sebuah granat
meledak di sampingnya sehingga membuat dia tidak sadarkan diri, sampai dia jadi trauma... (yaiyalah, wong mengenaskan gitu, ckckck)
Kemudian
Enders dibawa ke rumah sakit setempat di mana dia dianugrahi
penghargaan Purple Heart sebelum dia dibawa ke rumah sakit militer. Pada pertengahan tahun 1944, Enders
hampir sembuh dari cedera pasca perang di Saipan kecuali pendengarannya
yg masih terganggu pada telinga kirinya. Dia dinyatakan tidak layak lagi
kembali berperang kecuali dia bisa lulus dalam test pendengaran.
Seorang wanita di rumah sakit yg merawatnya simpatik terhadap Enders dan
membantunya lulus dalam test pendengaran sehingga Enders bisa lulus
test tersebut. Enders dipromosikan menjadi Sersan dan kembali aktif
berdinas di Marinir.
Yaa... pokoknya ntar ada pemilihan agen baru tuh kan.. terus ada 2 agen yang akhirnya
terpilih sebagai pemecah sandi karena memang keahlian mereka yang dapat
memecahkan sandi. Nah 2 agen ini bernama Soldado Ben Yahzee sama Soldado
Charles Whitehorse. Kedua agen ini akhirnya terpilih dalam misi
perebutan pulau Saipan yang diperebutkan pula oleh tentara Jepang.
Terus ntar terdapat 4 kali perang yang mana pada akhirnya tentara
Amerika dapat menguasai pulau Saipan tersebut. Perang pertama berada di
dasar pulau Saipan. Kemudian perang yang kedua, ketika pasukan tentara Amerika sedang
menuju daerah selanjutnya dipulau Saipan tersebut. Di tengah jalan,
mereka langsung diserang oleh tentara jepang (naaahh disini nih gue makin ngilu nontonnya! Jangan kan nonton guys.. Nulis reviewan aja jadi ngilu gitu :O ). Jadi ada salah satu tentara Amerika yang kena ledakan
dan kakinya langsung buntung (astagaaaa.... speechless!)ntara lain yang mungkin adalah teman baikknya, yang tadinya udah
bersembunyi dan ngelindungin diri, eh malah keluar lagi buat selamatin
temen nya yg kakinya udah buntung itu, disitu pada akhirnya keduanya pun
tewas karena terkena ledakan. The last, perang yang ketiga, terjadinya ditengah-tengah pulau Saipan, yang terdapat rumah penduduk pulau saipan. Dalam perjalanan kelompok masuk ke ladang ranjau dan kemudian diserang oleh Jepang. Yazzie mulai menyerang pasukan
Jepang tanpa rasa takut, menewaskan sejumlah besar tentara Jepang dalam
kemarahan atas kematian temannya. Dalam hiruk-pikuk, ia kehilangan radio yang mereka butuhkan untuk memanggil dukungan udara untuk menghancurkan senjata.
Yazzie dan Enders mencoba untuk mengambil radio, keduanya ditembak
tetapi mereka sampai ke radio dan masuk ke dalam sampul. Mereka
kemudian dikelilingi oleh Jepang dan Yazzie mencoba untuk mendapatkan
Enders sekaligus untuk melindungi kode tetapi Enders menolak dan
meminta Yazzie untuk menyelamatkan diri. Yazzie kemudian memanggil bantuan udara untuk menghancurkan senjata Jepang. Yazzie kemudian melihat Enders ditembak di dada sementara membawa dia dan bergerak untuk menghentikan kehilangan darah. Namun
Enders menghentikannya, terengah-engah kata-kata terakhir untuk Yazzie
tentang bagaimana dia tidak ingin membunuh Whitehorse sebelum ia
meninggal. Film
berakhir dengan kembali Yazzie di Amerika Serikat dengan istri dan
anaknya di atas mesa di Monumen Valley, Arizona, melakukan ritual Navajo
untuk membayar hormat kepada Enders (kalian boleh liat di movie di blog ini guys!)
So.. apa hubungannya WINDTALKERS movie vs organisasi???
Kalo menurut gue nih yaaaa... Windtalkers itu kan terdiri dari kumpulan individu yang mempunyai satu tujuan yaitu buat mendapatkan kode dimana ada struktur didalamnya. Nah si Enders itu sebagai atasan istilahnya kapten-lah..
Okeee guys.. ini dia review-an saya tentang WINDTALKERS movie.. Enjoy it!
- sebagai seorang kapten, kita harus mendengarkan pendapat dari bawahan/ partner kita. Nah pendapat mereka itu kan bisa dijadikan sebagai masukkan.. dengarkan, pikirkan, musyawarahkan dan sebagai kapten, kita harus mampu mengambil keputusan buat organisasinya.
- nah untuk tercapainya tujuan, di suatu kelompok/ organisasi harus kompak, saling bekerja sama, saling menghormati dan menghargai, seperti halnya di Windtalkers yang saling membantu partnernya dalam mencapai tujuan.
- Terus di organisasi itu kan ga selalu mulus, pasti selalu ada permasalahan. Nah, disini kita dilatih untuk saling menghargai, meredam emosi, menyelesaikan permasalahan secara baik dan bersama-sama.... Jadi kalo kata gue, dalam mencapai suatu tujuan di organisasi, kita harus satu hati, satu tujuan, dan perlu ada sifat menghargai dan kekeluargaan :D
Okeee guys.. ini dia review-an saya tentang WINDTALKERS movie.. Enjoy it!


kereeen untuk gaya penulisannya...i like it, kep on sharing ya...
BalasHapusAdam Beach-nya yang jadi Ben Yahzee ganteng banget! Hehee... Film ini jadi menggugah rasa setia kawan dan keyakinan untuk terus maju saat kita melakukan sesuatu yang benar. Good review, Thessa...
BalasHapus