Selasa, 09 Oktober 2012

26 September 2012


Hai hai semuanya :D hari ini gue udah masuk kuliah loh lalalala…. Sebenernya gue udah masuk dari hari Jumat kemarin sih :p Btw, gue mau berbagi nih dengan apa yang tadi gue pelajarin di jam matkul Perilaku Keorganisasian tadi!
Pertama kali matkul mulai, Pak Seta bertanya, “Apa yang kalian ketahui dari Individual?” dan langsung dijawab sama temen kelas gue yang didapet dari novel..

  • Individual itu terbagi menjadi 2: IQ (kecerdasan seseorang) dan EQ (emotional seseorang). EQ ini dibagi lagi yaitu Interpersonal (kemampuan emosional terhadap orang lain)  dan Intrapersonal (kemampuan emosional terhadap diri sendiri).
Dari satu kata ‘Individual’ tadi, bercabanglah dengan adanya karakter, sifat, sikap hingga muncullah:

INDIVIDUAL  -->    KELOMPOK -->  PERADABAN.

  • SIFAT: muncul dari kita lahir/ gen. Namun, setelah kita terus berkembang, sifat yang kita bawa dari itu hanya sekitar 20% sedangkan lingkungan mempengaruhi sifat seseorang hingga 80% (wow jauh sekali yaaa..)

  • SIKAP berasal dari:
  1. Kognitif: manusia dibekali kognitif/ akal pikiran (head) dan emotional-heart. Itulah yang mebedakan manusia dengan makhluk ciptaan yang lain. 
  2. Afektif 
  3. Perilaku
  • KARAKTER berbeda dengan sifat. Kalo sifat dari lahir, maka karakter seseorang dapat dibentuk. Biasanya dari gender, ras, usia, religion/ faith.
Jika beberapa individu berkumpul dengan individu lain yang mempunyai karakter yang sama, maka akan terbentuk culture (budaya) dan apabila beberapa budaya berkumpul maka muncullah peradaban (civilization).
Peradaban sangat dekat dengan penciptaan (creation) dan dalam mebangun peradaban, manusia harus mengoptimalkan creation.

  • ADAPTION: dalam adaptasi ada istilah “survival the fittest” (yang kuat yang berkuasa).
Manusia ada mungkin ada yang cenderung kearah adaptasi atau mungkin sebaliknya cenderung ke creation istilah lainnya kreasi. Sedangkan hewan hanya memiliki kemampuan beradaptasi. Manusia yang sukses haruslah mempunyai kreasi jangan hanya mengandalkan adaptasi.

Sebagai contoh:
Mahasiswa A dan B sama-sama mempunyai IP 2,3. Di dunia kerja 2,3 merupakan nilai yang rawan, kemungkinan mendapatkan pekerjaan minim. Mahasiswa A menyadari itu, maka dia memiliki kreasi untuk mempunyai usaha sendiri. Sedangkan mahasiswa B, dia tidak mempunyai kreasi. Setelah lulus, dia cenderung beradaptasi dengan keadaan dan lingkungannya. Hal tersebutlah yang membuat dia menjadi pengangguran bahkan bertindak kriminal karena dia harus beradaptasi dengan keadaannya yang begitu begitu saja. Berbeda dengan mahasiswa A, karena dia mempunyai kreasi, maka dia dapat berkembang.

  • Faktor-faktor yang mempengaruhi individu:
-         - Keluarga
-         -  Pacar dan sahabat
-         -  Lingkungan
-         -  Masyarakat sipil
-         - Nation
-        -  World




Knowledge (pengetahuan) merupakan hal umum yang dimiliki setiap orang. Pengetahuan bisa didapat darimana saja. Skill (kemampuan) merupakan keahlian sesorang dalam melakukan suatu tugas. Skill itu dapat dilatih. 
seseorang yang mempunyai skill harus ada keinginan untuk mencari tahu (mengembangkan pengetahuan), begitu pula dengan seseorang yang mempunyai knowledge juga harus mengasah dan mengembangkan skillnya supaya ilmu yang dia dapat ga sia-sia.


Dosen gue bertanya, "Bisa ga Borobudur dibuat duplikat yang bener-bener mirip fisiknya dizaman sekarang?"
yaaa.. kalo misalnya dari fisik sih mungkin bisa, karena sekarang ini sudah banyak teknologi yang canggih, berbeda dengan zaman dulu yang ga ada teknologi yang maju. Namun, untuk sekarang, Borobudur dibangun kembali di Indonesia, itu bukanlah hal yang mudah bahkan bisa dibilang nih ya..... Mustahil. Karena apa? Karena zaman sekarang itu, mentalitas bangsa kita jauh berbeda dengan mentalitas zaman dulu. Kalo di zaman dulu, kurang lebih 20 kali pergantian tahta, orang dulu tuh punya mentalitas yang diajung jempol. Mereka tetap konsisten untuk membangun Borobudur sampai selesai..

  •  
  •  "Apakah kalian percaya pada keberuntungan?" Sebenernya keberuntungan itu ga ada. Yang ada itu kesempatan dan kompetensi. Contoh: Ketika kita gagal dalam suatu ujian, maka kita terus berlatih dalam mengahadapi kompetensi. Maka dengan kerja keras itulah kita mempunyai kesempatan. Jadi, kesempatan itu ada bila kita kerja keras. 
"Kesempatan yang sama itu tidak datang 2 kali, namun kesempatan yang lain banyak."
  • Perilaku Organisasi: beberapa perilaku individu dalam organisasi yang mempunyai sistem dan struktur yang nantinya untu mencapai suatu tujuan. Individu butuh organisasi untuk mengembangkan dirinya, begitu juga organisasi butuh individu untuk menjalankan tujuan..



1 komentar:

  1. terima kasih Mbak Tessa...senang membaca gaya penulisannya...ditunggu tulisan berikutnya ya...salam SOBAT

    BalasHapus